Jumat, 10 Desember 2010

JANGAN SERAKAH, BEDAKAN ANTARA INVESTASI DAN SPEKULASI

sumber : kaskus

Terkadang sedih rasanya melihat banyak orang yang setiap kali terjebak "investasi" (dalam tanda kutip) yang nggak bener, karena belum mengerti investasi yang benar itu seperti apa. Investasi itu, menurut Benjamin Graham (gurunya Warren Buffet), adalah
"an operation which, upon thorough analysis, promises safety of principal and an adequate return. Operations not meeting these requirements are speculative".

Dalam bahasa Indonesianya kira kira :
"sebuah operasi, dimana melalui analisa yang mendalam, menjanjikan keamanan modal pokok dan tingkat keuntungan yang pantas/layak. Operasi yang tidak memenuhi persyaratan ini adalah spekulatif"

Dalam definisi di atas ada 3 elemen yang penting buat sebuah investasi:

1. Kita harus melakukan analisa yang mendalam

Apa nih artinya? Artinya kita mesti pelajarin data data tentang investasi kita. Tidak cuma mendengarkan kata orang saja. Pelajari apakah model investasi itu benar feasible.

Misalnya ada yg nawarin invest warnet, coba tanya teman teman yg punya warnet. Kalau nggak ada, luangkan waktu melihat bagaimana operasi warnet pada umumnya. Cari insider info dari karyawan warnet kalau perlu, tanya mereka per hari ada berapa jam, tapi minta data beneran jangan cuma omong "rame terus pak". Hitung estimasi pendapatan, hitung estimasi biaya (listrik mahal sekarang!), hitung biaya sewa, karyawan, penyusutan komputer dan lain lain.

Repot? Tidak serepot kalau modal investasi kita hilang dan mesti ngumpulin modal lagi.

2. Kita harus berusaha sebisa mungkin menjaga keamanan modal pokok kita

Modal pokok kita adalah ibaratnya pohon di taman kita. Kalau cuma buah dicuri, tahun depan bisa berbuah lagi. Kalau misalnya dahan dipatahin orang, biarpun mengganggu, selama pohon masih hidup, masih bisa kita nikmatin buahnya tahun depan. Tapi kalau sampai pohon ini roboh?

Harus diingat, SEMUA investasi itu ada resikonya. Bahkan anda beli Surat Utang Negara ataupun US Treasury Bonds pun masih ada resikonya, cuma resikonya sangat kecil saja.Jadi kalau ketemu orang nawarin investasi yang bilang NO RISK, langsung tinggalin saja, karena itu udah misleading, atau lebih parah lagi sedang mencoba buat scam kita.

3. Kita harus berusaha mencapai tingkat pengembalian/keuntungan yang "PANTAS"/"LAYAK", bukannya "LUAR BIASA".

Salah satu aturan utama yang kita harus selalu ingat, baik kita invest maupun spekulasi itu adalah "return proportionate to risk" atau "keuntungan itu berbanding dengan resiko". Risiko rendah memberikan tingkat Return/untung yang rendah. Resiko tinggi itu menawarkan tingkat Return yang tinggi.

Tidak ada yang namanya "Resiko rendah-Return Tinggi". Lagi lagi kalau ada yang nawarin hal seperti ini, langsung aja tinggalin, karena kalau bukan misleading, ya berarti lebih parah lagi alias scam.

Kalau baca koran sekarang, banyak yang nawarin "mimpi" main forex/options. Klaimnya "Over 1100% profit in 1 day!!!!!" Apakah itu bohong? Tidak juga, bisa saja kejadian seperti itu, karena saya juga pemain options and stocks. Tapi realita tidak seindah itu. Mereka tidak pernah nulis bahwa utk 1 orang yang profit 1100% in 1 day itu, sudah berapa orang yang modalnya ludes semua? Bahkan sebelum profit 1100% itu atau juga sesudahnya, orang itu sudah rugi berapa? Yang difokuskan dlm iklan adalah bahwa pada 1 hari itu, orang itu menang 1100%. Padahal dengan membeli lotere kita juga bisa "menang", beribu ribu % malahan.

Jadi berapa sih tingkat keuntungan yang "Layak"/"Pantas"? Itu tergantung kepada banyak variabel, terlalu banyak buat dibahas semua. Tapi ada satu metode yang paling gampang. Kalau ada orang yang nawarin investasi dengan untung 10% perbulan misalnya, bahkan tanpa memperhitungkan faktor compounding (bunga berbunga) itu berarti udah 120% per tahun.

Nah logikanya, kalau orang itu begitu yakin dgn proyeknya, kenapa dia tidak mengagunkan aja semua assetnya (rumah, mobil, dll), kalau perlu pinjam saudara. Bunga kredit dari bank di Indonesia itu sekarang tergantung tipenya paling 13-14%. Masih untung 100%++...

Bahkan kalau orang itu narik duit pakai kartu kredit, yang bunganya gak kalah dengan rentenir, itu baru 48% setahun, masih untung 72% setahun!!! Tapi orang ini malah nawarin investasi ini ke anda, berarti anda udah harus mulai curiga ada udang di balik batu. Jadi analisanya harus lebih mendalam lagi. Lebih baik bertanya daripada sesat di jalan, itu kan kata orang tua kita.

Nah permasalahnya, banyak orang yang tidak mengetahui hal hal diatas, lalu berpikir mereka invest, tapi gak sadar kalau mereka itu sebenarnya spekulasi, atau lebih parah lagi kena scam.

Ada satu catatan penting lagi yang mesti diingat, ini gak berarti spekulasi semuanya jelek. Seperti kata Benjamin Graham :
"Just as there is intelligent investing, there's also intelligent speculation. But there are many ways in which speculation may be unintelligent. Of these, the foremost are : (1) speculating when you think you are investing; (2) speculating seriously instead of as a pastime, when you lack the proper knowledge and skill for it"; and (3) risking more money in speculation than you can afford to lose"

Indonesianya kira-kira :
"Sama halnya bahwa ada Investasi dengan cerdik, ada juga Spekulasi dengan cerdik. Tetapi ada beberapa kondisi dimana spekulasi mungkin tidaklah cerdik, terutama : (1) Berspekulasi sambil menganggap bahwa anda itu berinvestasi (2) Berspekulasi secara serius (dan bukan utk bermain-main), padahal tidak mempunyai pengetahuan maupun keahlian utk itu; dan (3) Mempertaruhkan uang di spekulasi dalam jumlah yg terlalu besar".

------NOTE-----

ini BUKAN tentang bagaimana "membuat Rp 1000 anda jadi Rp 1 juta". Kalau mau dibilang, ini lebih condong kepada "Bagaimana agar Rp 1 juta anda TIDAK menjadi Rp 1000."

Contoh Surat Perkenalan Perusahaan (Introduce Letter)

Jaman sekarang apabila berbisnis lebih baik kita harus jemput bola, pake proposal juga bisa, tapi biasanya ribet karena banyak tulisan, lebih efektifnya mungkin surat penawaran atau istilahnya quotation. Sebelum membuat quotation alangkah baiknya memberi surat perkenalan atau introduction letter kepada pembeli (buyer). berikut contoh surat perkenalan yang dikutip dari kaskus.

contoh introduction:
XYZ COMPANY
Jl. ABC Jakarta Pusat No 112 DKI Jakarta Indonesia Tel/Fax. +62 21 20012; e-mail: info@xyzcompany.com
================================================== ===============================

Messrs. Essence Co,Ltd # 03-05 Beach Road Trading Building No. 14 Lausden Netherlaand

Dear Sir/Madam,
Subject: Supplier Of Patchouli Oil

Kindly allow us to introduce our company as one of agriculture exporter in Indonesia since 1998 especially in patchouli oil product. We have own processing and plantation in Indonesia. To ensure the consistency and quality of our raw materials, we own, manage and oversee our plantations. Being one of most fertile growing region in the world, the tropical rainforest optimum climate provides a long, multiple crop growing season.

We are dedicated to the cultivation of "quality select" hybrids, proper growing methods, and the use of innovative land management techniques to optimize crop yield, product quality, active ingredients, and production supply to meet growing customer demand.

To guarantee our product quality and consistency, we employs in house quality control laboratory as well as services of independent analytical firms. This strict adherence to product quality allows us to certify all our products are within our customer contract specifications.
In 2007, we are successfully marketing our products in USA, Germany and France.

XYZ company presently exports patchouli oil with our standard 30% to 34% patchouli alcohol content from three regions of Indonesia; northern Sumatra, western Sumatra and Central Java and our annual production target is about 100 ton in 2008.
In case you need information,please do not hesitate to contact our office through the aboven mentioned address or please visit to our website at http://www.xyzcompany.com.

Sincerely yours, XYZ Company
Favian Ivan Export Manager
Rudies Archives 05-08 GTN

dan kalau ada balesan, kita bales pake quotation mungkin kurang lebih contohnya seperti ini :

contoh introduction:

kop surat

Dear Mr. Hossain
January 11, 2008
Subject: Our Export Quotation For Whole Betel Nut
Thank you very much for your interest in importing our betel nut, we have the pleasure to send herewith our offer with the following terms and conditions:
Commodities Specification Quantity Price Minimum order Payment
Packing Loading port Destination port Insurance Shipment
: Whole betel nut : Good cutting 75%, moisture 5 %, free fungus : 100 MT/month : USD. 630.00/MT CNF Singapore port : 1X20’FCL : Irrevocable L/C at sight through HSBC or other
prime banks in our favour : Gunny bags @ 80 Kg net weight : Belawan Medan port Indonesia : Singapore port : Covered by buyer : February 27, 2008
We trust this terms do hope you will place free of charge for your perusal without any obligations.
and conditions will meet your requirements and a trial order and we can also send you a sample
We look forward to hearing from you soon and hope to establish a mutual profitable business relationship with your company.

Best Regards
Linda
Export Marketing Manager

untuk memudahkan mencari buyer, bisa kita lakukan dengan cara googling, atau bisa juga di web B2B seperti alibaba.com, ec21.com,ecplaza.net dan lain-lain di situ biasanya potential buyer pada ngumpul dari mulai retailer sampe whosaler, nah untuk source data whosales bisa juga ambil dari http://www.wholesalecentral.com/ atau http://www.wholesalepages.co.uk/

Contoh Surat Perkenalan Perusahaan (Introduce Letter)

Jaman sekarang apabila berbisnis lebih baik kita harus jemput bola, pake proposal juga bisa, tapi biasanya ribet karena banyak tulisan, lebih efektifnya mungkin surat penawaran atau istilahnya quotation. Sebelum membuat quotation alangkah baiknya memberi surat perkenalan atau introduction letter kepada pembeli (buyer). berikut contoh surat perkenalan yang dikutip dari kaskus.

contoh introduction:
XYZ COMPANY
Jl. ABC Jakarta Pusat No 112 DKI Jakarta Indonesia Tel/Fax. +62 21 20012; e-mail: info@xyzcompany.com
================================================== ===============================

Messrs. Essence Co,Ltd # 03-05 Beach Road Trading Building No. 14 Lausden Netherlaand

Dear Sir/Madam,
Subject: Supplier Of Patchouli Oil

Kindly allow us to introduce our company as one of agriculture exporter in Indonesia since 1998 especially in patchouli oil product. We have own processing and plantation in Indonesia. To ensure the consistency and quality of our raw materials, we own, manage and oversee our plantations. Being one of most fertile growing region in the world, the tropical rainforest optimum climate provides a long, multiple crop growing season.

We are dedicated to the cultivation of "quality select" hybrids, proper growing methods, and the use of innovative land management techniques to optimize crop yield, product quality, active ingredients, and production supply to meet growing customer demand.

To guarantee our product quality and consistency, we employs in house quality control laboratory as well as services of independent analytical firms. This strict adherence to product quality allows us to certify all our products are within our customer contract specifications.
In 2007, we are successfully marketing our products in USA, Germany and France.

XYZ company presently exports patchouli oil with our standard 30% to 34% patchouli alcohol content from three regions of Indonesia; northern Sumatra, western Sumatra and Central Java and our annual production target is about 100 ton in 2008.
In case you need information,please do not hesitate to contact our office through the aboven mentioned address or please visit to our website at http://www.xyzcompany.com.

Sincerely yours, XYZ Company
Favian Ivan Export Manager
Rudies Archives 05-08 GTN

dan kalau ada balesan, kita bales pake quotation mungkin kurang lebih contohnya seperti ini :

contoh introduction:

kop surat

Dear Mr. Hossain
January 11, 2008
Subject: Our Export Quotation For Whole Betel Nut
Thank you very much for your interest in importing our betel nut, we have the pleasure to send herewith our offer with the following terms and conditions:
Commodities Specification Quantity Price Minimum order Payment
Packing Loading port Destination port Insurance Shipment
: Whole betel nut : Good cutting 75%, moisture 5 %, free fungus : 100 MT/month : USD. 630.00/MT CNF Singapore port : 1X20’FCL : Irrevocable L/C at sight through HSBC or other
prime banks in our favour : Gunny bags @ 80 Kg net weight : Belawan Medan port Indonesia : Singapore port : Covered by buyer : February 27, 2008
We trust this terms do hope you will place free of charge for your perusal without any obligations.
and conditions will meet your requirements and a trial order and we can also send you a sample
We look forward to hearing from you soon and hope to establish a mutual profitable business relationship with your company.

Best Regards
Linda
Export Marketing Manager

untuk memudahkan mencari buyer, bisa kita lakukan dengan cara googling, atau bisa juga di web B2B seperti alibaba.com, ec21.com,ecplaza.net dan lain-lain di situ biasanya potential buyer pada ngumpul dari mulai retailer sampe whosaler, nah untuk source data whosales bisa juga ambil dari http://www.wholesalecentral.com/ atau http://www.wholesalepages.co.uk/

DASAR-DASAR INVESTASI

Investasi merupakan kata yang tidaklah asing di telinga kita, namun apakah hakikat dari investasi itu sendiri? Investasi sering didefinisikan sebagai menempatkan uang atau modal demi hasil atau bunga dengan cara membeli properti, saham, obligasi dan lain-lain, namun secara umum investasi dapat di pahami sebagai meluangkan/memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi keuntungan/manfaat di masa datang. Jadi pada dasarnya investasi adalah “membeli” sesuatu yang diharapkan bisa “dijual kembali“ di masa yang akan datang dengan nilai yang lebih tinggi.

Mengapa kita perlu berinvestasi? Ada banyak alasan untuk ini, salah satunya adalah persiapan masa depan sedini mungkin melalui persiapan perencanaan kebutuhan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan saat ini. Seperti kita tahu sejalan dengan waktu nilai mata uang bisa berkurang karena adanya inflasi, yaitu misalnya kenaikan harga barang dan jasa, inflasi inilah salah satu alasan utama mengapa kita perlu berinvestasi, baik atas dana atau aset yang sudah ada atau yang akan kita miliki agar “nilai”-nya dapat dipertahankan dan tentu saja diharapkan meningkat. Dari uraian diatas dapat di tarik 4 hal utama alasan berinvestasi yaitu:

1. Adanya kebutuhan masa depan atau kebutuhan saat ini yang belum dapat terpenuhi

2. Adanya kebutuhan untuk melindungi nilai aset yang telah dimiliki

3. Adanya keinginan untuk menambah nilai aset yang sudah ada

4. Adanya Inflasi

Resiko Investasi

Resiko merupakan bagian dari investasi, karena keadaan di masa depan yang juga tidak pasti dan tak dapat diprediksi secara akurat. Hasil investasi yang didapat bisa saja tidak sesuai dengan harapan, bahkan bisa berlawanan dan menghasilkan kerugian, karena seseorang tidak dapat sepenuhnya mengelak dari resiko yang ditimbulkan oleh ketidak pastian , maka dalam konteks inilah investasi menjadi bagian dari kehidupan, secara sengaja maupun tidak orang selalu berinvestasi, belajar, bekerja dan berbisnis bisa dipahami sebagai suatu investasi, investasi dapat dilihat sebagai suatu proses menentukan pilihan, tidak hanya untuk menambah kekayaan tetapi juga mempertahankan dan melindungi apa yang sudah ada.

JENIS-JENIS INVESTASI

Tabungan dan deposito

Memiliki tabungan di bank adalah cara investasi yang paling sederhana, praktis dan mudah, didukung dengan likuiditas dan kemudahan pengambilan sewaktu-waktu, bank juga relatif sangat aman, karena hingga kini simpanan di bank dijamin oleh pemerintah. Bank juga memberikan bunga, besar dari bunga tergantung pada jenis simpanan dengan prinsip semakin besar dan lama orang menyimpan dana di bank umumnya semakin besar pula bunganya. Deposito sendiri mirip dengan tabungan namun dengan jangka waktu tertentu, bunga yang di tawarkan di deposito relatif lebih tinggi dari bunga tabungan, namun bila deposito diambil sebelum jangka waktunya maka akan dikenakan penalti.

Obligasi


Obligasi adalah surat hutang dengan jangka waktu tertentu. Obligasi dapat diterbitkan oleh perusahaan, pemerintah ataupun lembaga lainnya. Imbalan dari obligasi adalah modal pokok investasi plus kupon bunga, kupon bunga ini besarnya sudah ditentukan sekian persen dan umumnya lebih tinggi dari suku bunga bank ataupun surat berharga lainya yang dianggap aman, mengingat resiko obligasi yang relatif lebih tinggi. Pembayaran kupon bunga dilakukan secara berkala, misalnya 3 bulan atau 6 bulan atau tahunan. Pembayaran pokok investasi sendiri dilakukan saat obligasi jatuh tempo, yaitu tanggal dimana obligasi habis masa berlakunya.


Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan (ekuitas) bukan surat utang. Membeli saham berarti memiliki sebagian dari perusahaan, artinya juga anda berbagi resiko dengan emiten (penerbit saham). Bila emiten mendapat laba, sebagian akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Membuka usaha baru

Membuka usaha baru juga merupakan bentuk dari investasi. Alasan mengapa orang membuka usaha baru, selain potensi hasil yang tak terhingga juga bisa agar bisa melakukan pekerjaan yang benar-benar disukai, mengembangkan kreativitas individual dan juga mencapai kemandirian finansial. Perlu diingat bahwa resiko membuka usaha baru relatif besar, kerugian usaha bisa sampai pada kebangkrutan yang bisa lebih dari menghabiskan modal,. Selain itu dibutuhkan juga dedikasi waktu, ketrampilan, keseriusan, determinasi dan mungkin juga bakat.

Properti

Salah satu pilihan yang relatif aman, selama tidak ada resiko gejolak politik maka rumah/tanah tak akan berkurang. Juga potensi hasil investasinya yang berupa nilai jual yang terus meningkat dan hasil dari sewa. Berinvestasi di properti memerlukan jumlah dana relatif besar dan juga komitmen jangka panjang, karena meski nilainya akan terus meningkat, kendala likuiditas yaitu penjualan kembali properti yang tidak mudah dan memakan waktu lama.

Logam Mulia

Pembelian perhiasan seperti emas juga bisa menjadi sarana investasi, selain bisa dijual kembali dengan relatif mudah, harga emas juga terus meningkat dari waktu ke waktu, walaupun harga jualnya lebih rendah ada nilai guna yang telah dipakai. Pembelian emas juga melindungi dari depresiasi mata uang, karena harga emas meningkat seiring dengan inflasi hal ini mirip dengan menyimpan dana dalam bentuk valuta asing, keduanya sama-sama melindungi dari resiko penurunan nilai mata uang.

Kolektibel

Investasi dalam bentuk benda-benda koleksi seperti karya seni, meskipun banyak pertimbangan non-ekonomi dalam investasi dibidang ini, namun perlu diingat bahwa nilai untuk barang kolektibel meskipun cenderung naik tapi tak terukur, dan juga kendala likuiditas dimana sulit menjual kembali dan memperkirakan nilai jualnya.

Pasar Berjangka

Pasar ini muncul dari timbulnya transaksi forward, yaitu transaksi dilakukan hari ini tetapi pembayaran dan penyerahan komoditas dilakukan di kemudian hari yang telah ditetapkan. Transaksi ini melindungi pembeli dan penjual dari fluktuasi harga yang tidak diharapkan. Perbedaan waktu antara transaksi dengan penyerahan komoditas yang bisa sampai berbulan-bulan dimanfaatkan oleh para spekulan untuk memperdagangkan kontrak forward tersebut. Spekulan ini tidak memproduksi /mengkonsumsi produk tersebut, kontrak diperdagangkan dengan harapan keuntungan dari fluktuasi harga dimasa datang akibat perubahan pasokan. Pasar berjangka ini semula hanya diproduk komoditas, namun kemudian meluas ke pasar modal, pasar uang dan valas.

Reksa Dana

Bagi seseorang yang ingin investasi di pasar uang atau pasar modal tetapi tidak mempunyai keahlian atau tidak mempunyai waktu dapat berinvestasi di reksa dana. Reksa dana adalah wadah yang menghimpun dana dari para investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi ke berbagai instrumen investasi. Instrumen investasi yang bisa dipilih ada bermacam-macam misalnya obligasi, saham atau campuran antara obligasi dan saham. Selain itu reksa dana berbasis instrumen hutang jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun yaitu reksa dana pasar uang.

sumber : Indo Premier Online Trading

Negosiasi Bisnis Ekspor (Part III)

Dalam setiap terjadinya suatu transaksi tentunya harus diawali dengan suatu tahap negosiasi sebelumnya antara pihak eksportir dengan importir. Negosiasi ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung maupun tidak langsung.


Yang dimaksud dengan negosiasi secara langsung adalah dengan melakukan pertemuan antara eksportir dengan importir (face to face negotiation) baik dipertemukan pada saat eksportir mengikuti suatu kegiatan promosi dalam rangka pameran internasional atau kunjungan bisnis langsung ke tempat pembeli atau importir. Pada negosiasi secara langsung ini penjual mengerahkan segala bentuk kemampuan dan keahliannya dalam mempresentasikan keunggulan produknya baik mutu, harga dan sebagainya sehingga importir merasa tertarik bahkan bukan tidak mungkin untuk langsung menempatkan pesanannya.


Pada dasarnya negosiasi secara langsung maupun tidak langsung memiliki banyak kesamaan dengan tujuan akhir mencapai suatu kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Dikarenakan semakin berkembangnya suatu teknologi komunikasi maka negosiasi dapat dilakukan secara berjauhan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, baik melalui surat elektornik atau yang lebih kita kenal dengan e-mail, telepon atau bahkan melalui fasilitas chatting yang disediakan secara gratis seperti yahoo, google ataupun hotmail. Dewasa ini hampir keseluruhan eksportir dan importir memafaatkan fasilitas tersebut dalam melakukan negosiasi untuk menekan biaya-biaya operasional tentunya.


Pada negosiasi yang dilakukan secara tidak langsung dimulai setelah eksportir mengirimkan surat penawaran (offersheet letter) kepada calon importir, disini mulai terjadi tawar menawar yang biasanya ditekankan pada harga, kuantitas, waktu pengiriman dan cara pembayaran. Sebelum melakukan negosiasi pihak eksportir haruslah benar-benar mempersiapkan data-datanya secara matang dan akurat agar tidak salah dalam mencapai suatu perjanjian dengan syarat-syarat yang disepakati didalamnya.


Syarat Dan Kondisi Yang Perlu Diperhatikan Secara Umum Dalam Mencapai Kesepakatan


1. Penentuan harga (Price)


Perhitungkan dengan sebaik dan seakurat mungkin harga yang akan ditawarkan, termasuk di dalamnya dengan menghitung biaya produksi (production cost) atau biaya bahan baku (raw material cost), kemasan (packaging), pengangkutan (trucking) dari gudang ke pelabuhan muat, pajak ekspor (export tax) bila ada, biaya dokumen-dokumen (documents cost) yang disyaratkan, biaya pengiriman (delivery cost) ke pelabuhan tujuan bila kondisi penjualan CNF atau CIF, biaya asuransi (insurance cost) bila kondisi penjualan CIF dan biaya-biaya lainnya ditambahkan dengan keuntungan (profit) yang diinginkan sehingga menghasilkan harga yang sesuai untuk dinegosiasikan.


2. Kemasan (Packaging)


Untuk eksportir skala kecil dan menengah yang bukan pabrikasi sebaiknya memberikan penawaran dalam hal kemasan yang sesederhana mungkin yang tidak memerlukan permesinan berat dan menelan banyak biaya tetapi masih memiliki standar ekspor. Tetapi untuk perusahaan berskala besar atau pabrikasi seperti makanan dan minuman, mainan dan sebagainya kemasan yang ditawarkan haruslah memiliki daya tarik tersendiri.


3. Kuantitas (Quantity)


Kuantitas atau banyaknya jumlah barang yang ditawarkan haruslah disesuaikan dengan kemampuan permodalan perusahaan eksportir atau juga kemampuan dalam mengumpulkan bahan baku karena hal ini dapat menentukan ketepatan waktu kita dalam mengirimkan pesanannya.


4. Kualitas (Quality)


Kualitas atau mutu produk yang ditawarkan haruslah sesuai dengan yang dimiliki, tidak melebih-lebihkan sehingga tidak terjadi permasalahan dikemudian hari setelah pesanan diterima pembeli. Terkadang pembeli meminta Sertifikat Pemeriksaan (Certificate of Inspection) yang memeriksa dan mencatat mutu dan jumlah barang, ukuran dan berat barang, pengemasan/pengepakan barang, banyaknya satuan isi masing-masing pengepakan.


5. Pembayaran (Payment Terms)


Pembayaran yang disepakati bisa berbagai macam bentuknya, untuk perusahaan yang baru dikenal oleh importir biasanya mereka menginginkan sistim pembayaran berupa L/C (Letter of Credit) , CAD (Cash Against Documents) atau D/P (Document Against Payment) tetapi dari sistim pembayaran tersebut bila eksportir belum mengenal secara baik reputasi perusahaan importir tersebut sebaiknya menerima sistim pembayaran berupa L/C. Sistim pembayaran ekspor akan dijelaskan dalam bab berikutnya.


6. Waktu Pengiriman/Pengapalan (Delivery Time)


Waktu pengiriman disini maksudnya adalah waktu atau tanggal pengiriman/pengapalan yang tidak melebihi batas waktu yang telah ditetapkan. Disini pihak eksportir harus berhati-hati dalam menyepakati tanggal pengapalan, bila eksportir telah memiliki persediaan sehingga dapat mengirimkan/mengapalkan barang pesanannya secepat mungkin tanpa menunggu batas waktu pengiriman/pengapalan habis maka hal ini merupakan nilai tambah (value added) bagi eksportir tersebut dimata importir.


7. Syarat Pembayaran/Perdagangan atau Kondisi Penjualan (Sale of Conditions)


Umumnya dalam perdagangan ekspor syarat perdagangan yang sering dilakukan :


FOB (Free On Board) yaitu harga barang sampai di atas kapal dan kondisi dimana penjual atau eksportir hanya bertanggung jawab terhadap barang sampai di atas kapal yang ditunjuk oleh pembeli.


CNF atau CFR (Cost and Freight) yaitu harga barang sampai pelabuhan tujuan dan kondisi dimana penjual atau eksportir menanggung semua biaya pengapalan sampai ke pelabuhan tujuan. Untuk kondisi FOB dan CFR ini asuransi ditutup oleh pihak importir.


CIF (Cost Insurance and Freight) yaitu harga barang sampai pelabuhan tujuan dan kondisi dimana penjual atau eksportir menanggung semua biaya pengapalan sampai ke pelabuhan tujuan dan ekpsortir wajib menutup asuransinya.


Untuk meningkatkan daya saing, kondisi CFR/CNF dan CIF sebaiknya diterima oleh penjual atau eksportir.


8. Kondisi Lainnya (Additional Conditions). Pengiriman Sebagian (Partial Shipment) diperbolehkan (allowed) atau tidak diperbolehkan (prohibited). Bila eksportir mendapatkan pesanan dalam jumlah sangat banyak sebaiknya mencoba melakukan negosiasi agar pengiriman sebagian diperbolehkan dll.

Langkal awal untuk memulai ekspor (part II)

Sebelum memulai kegiatan ekspor ada beberapa hal penting yang harus dilakukan antara lain:

1. Mempersiapkan SDM sebaik mungkin.
2. Mempersiapkan produk atau komoditas yang akan diperdagangkan (product knowledge).
3. Mengetahui jalur distribusi produk atau komoditas yang akan diperdagangkan, negara-negara tujuan ekspor dan eksportir pesaing negara lain.
4. Mampu menganalisa perkembangan atau peluang pasar dunia

1. Mempersiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) sebaik mungkin.

Hal ini adalah penting sebagai dasar bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan. Suatu perusahaan ekspor harus memliki karyawan yang menguasai bahasa asing (dalam hal ini Bahasa Inggris), mengerti dan menguasai dalam pembuatan surat-surat penawaran (korespondensi), pembuatan dokumen ekspor dan tentunya mengusai dan mengerti tentang L/C atau sistem pembayaran ekspor lainnya seperti TT. Disamping itu suatu perusahaan ekspor komoditas pertanian juga harus memiliki orang-orang yang bertugas sebagai quality control (QC) barang, baik perusahaan tersebut sebagai produsen langsung ataupun sebagai trader karena qualitas barang yang dikirim akan menentukan performance kita di mata importir/buyer disamping ketepatan waktu pengiriman tentunya.

Beberapa contoh surat-surat dalam korespondensi sbb:

- Surat Perkenalan Perusahaan (Introduce Letter) *contoh
Surat ini dapat dikirimkan kepada calon-calon pembeli yang dianggap layak baik melalui e-mail, pos udara ataupun fax.

Isi surat ini menerangkan tentang sekilas profile perusahaan dan produk atau komoditas yang dimiliki.

-Surat Minat Dari Importir (Inquiry Letter)

Surat ini datangnya dari calon pembeli/importir biasanya setelah melihat profile perusahaan atau iklan yang kita pasangkan dibeberapa website atau atas referensi atase perdagangan kita diluar negeri.

Surat ini meminta agar kita memberikan penawarannya baik berupa harga (price), kemampuan supply (supply ability), kualitas yang kita miliki (quality), lamanya pengiriman (delivery time), kemasan (packing), syarat pembayaran (payment terms) dll yang dianggap perlu.

-Surat Penawaran (Offersheet) *contoh

Surat ini dibuat oleh eksportir kepada importir sebagai balasan atas surat minat dari importir dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sedemikian rupa sehingga menarik importir tersebut untuk terus berinteraksi sampai pada penempatan pesanan atau order.

Perlu diingat bahwa transaksi ekspor awalnya dilakukan melalui korespondensi terlebih dahulu baik melalui e-mail, surat ataupun faximile. Kop surat perusahaan harus tampil menarik (anggun dan indah) yang dapat memberikan nilai tambah dan tata bahasa yang digunakan baik dalam korespondensi maupun promosi/iklan dapat menjadi cermin dan eksistensi perusahaan.

2. Mempersiapkan Produk Atau Komoditas Ekspor

Sebelum melakukan penawaran kepada para calon pembeli pihak eksportir harus terlebih dahulu menyiapkan produk atau komoditas yang akan dilempar ke pasar dunia, untuk produk atau komoditas bukan hasil dari sebuah industri / pabrikasi sebaiknya mempersiapkan barang yang mudah didapat, jumlahnya yang dapat tersedia secara terus menerus (kontinuitas) dan mudah diproduksi. Suatu perusahaan wajib mengetahui secara detail produk tersebut baik menyangkut hal spesifikasi ataupun hal-hal lainnya. Untuk lebih mendukung dalam pemasaran nantinya sebaiknya suatu perusahaan juga menyiapkan sebuah website perusahaan atau dapat juga berupa katalog produknya untuk disertakan dalam korespondensi nantinya karena hal ini sering kali ditanyakan oleh pihak importir.

3. Mengetahui jalur distribusi produk atau komoditas yang akan diperdagangkan, negara-negara tujuan ekspor dan eksportir pesaing negara lain.

Bila kita telah memiliki suatu produk atau komoditas yang akan diekspor sebaiknya juga mengetahui jalur distribusinya, ke negara mana saja komoditas ini banyak diminati sehingga memudahkan kita dalam melakukan pemasaran.

Selain itu kitapun sebaiknya mengetahui negara-negara pesaing yang memiliki komoditas yang sejenis dengan negara kita baik kualitas yang mereka miliki serta harga yang mereka lempar ke pasar dunia. Hal ini bertujuan agar kita mampu bersaing dengan mereka untuk meraih pangsa pasar dunia yang tersedia.

4. Mampu menganalisa perkembangan atau peluang pasar dunia

Hal ini penting dilakukan bila kita ingin mengembangkan ekspor kita ke negara-negara lainnya dikarenakan banyaknya negara-negara didunia yang telah mendirikan pabrikasi pengolahan produk-produk hasil pertanian disamping sebagian juga mereka lempar kepasaran lokal seperti pasar-pasar tradisional ataupun supermarket seiring dengan terus berkembangnya populasi. Disamping itu perlu juga mengetahui trend harga pasar dunia untuk komoditas-komoditas yang akan dipasarkan.

Hal-hal tersebut di atas terlihat sepele, tetapi hal-hal tersebut pula yang dapat menyebabkan suatu perusahaan sulit sekali menjual komoditasnya ke luar negeri.

Selain itu fdianjurkan sesering mungkin melakukan diskusi baik dengan konsultan ataupun pelaku-pelaku bisnis yang telah memulai ekspornya terlebih dahulu guna menggali pengalamannya baik suka maupun dukanya sebagai pelajaran bagi perusahaan yang akan memulai ekspornya. Atau dapat pula mendapatkan pengalaman dan wawasan tambahan dari media masa ataupun internet.

Bila kita memiliki pesanan pertama (first order/trial order) ini adalah ujian bagi eksportir yang akan dinilai oleh importir tentang bonafiditas perusahaan eksportir, apakah eksportir dapat menjaga komitmen yang telah disepakati khususnya tentang kualitas dan ketepatan waktu. Tetapi bila eksportir dapat melalui tahapan ini maka kepercayaan akan tumbuh dari importir dan ini merupakan langkah awal dalam meraih keberhasil an dalam bisnis ekspor.

Lantas apa yang dilakukan bila kita telah dapat melakukan kegiatan ekspor?

* Menjaga citra yang baik, dengan memberikan kinerja yang baik, informasi komoditas yang ditawarkan secara benar adanya serta selalu membalas surat baik melalui e-mail atau fax secara langsung tidak lebih dari 24 jam, karena pembeli biasanya menginginkan balasan segera mungkin.
* Menjaga reputasi yang baik dengan terus menjaga mutu dan ketepatan waktu sehingga pembeli akan terus percaya terhadap eksportir dan memudahkan bagi eksportir tersebut untuk mengembangkan pasar kepembeli lainnya.
* Mengembangkan pangsa pasar dan menjaga pasar yang telah ada agar tidak lepas kepada pesaing lain.

ke : part 1 , part III

**sumber :kaskus

Ekspor (part I)

Pengertian dari ekspor adalah penjualan barang ke luar negeri dengan sistem pembayaran, kualitas, kuantitas dan syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir dan importir. Penjualan barang oleh eksportir keluar negeri dikenai berbagai ketentuan dan pembatasan serta syarat-syarat khusus pada jenis komoditas tertentu termasuk cara penangan dan pengamanannya. Setiap negara memiliki peraturan dan ketentuan perdagangan yang berbeda-beda. Khusus ekspor komoditas pertanian dan perikanan di indonesia sebagaian besar tidak memiliki ketentuan dan syarat yang terlalu rumit bahkan pemerintah saat ini mempermudah setiap perusahaan untuk mengekspor hasil pertanian dan perikanannya ke luar negeri.

Yang perlu diperhatikan oleh setiap perusahaan eksportir adalah masalah kualitas atau standar mutu, untuk ekspor hasil pertanian dan perikanan sebagian besar digunakan sebagai bahan konsumsi manusia (human consumption) oleh negara importir dalam arti setiap yang disyaratkan oleh importir terutama kualitas harus dipenuhi disamping itu pula harus dapat menjamin kontinuitas komoditas tersebut. Rata-rata para importir menginginkan pihak eksportir mensuplai secara terus-menerus atau kontinue, jadi sudah merupakan suatu kewajiban pihak eksportir dapat menjaga kredibilitasnya agar tidak kehilangan pangsa pasar yang telah ada.

Sebelum suatu perusahaan melakukan kegiatan ekspor perlu diperhatikan beberapa hal yang sering diabaikan antara lain adalah :

* Mampu menganalisa peluang pasar komoditasnya dan sasaran negara pasar yang akan diekspor, hal ini penting diperhatikan bila kita tidak mampu menganalisanya bukan tidak mungkin komoditas yang dimiliki tidak akan laku dipasaran atau akan lama terjual yang disebabkan kalah bersaing dengan komoditas sejenis yang dimiliki negara pesaing, dan juga standar mutu komoditas yang ditawarkan tidak memenuhi standar.

* Dapat mengetahui harga pasar dunia terutama harga yang ditawarkan negara-negara pesaing untuk komoditas sejenis.

* Dapat melakukan korespondensi/surat-menyurat dengan pihak pembeli secara baik dan memikat tanpa memberikan isi penawaran yang berlebihan. Perlu diingat bahwa transaksi ekspor awalnya dilakukan melalui korespondensi terlebih dahulu baik melalui e-mail, surat ataupun faximile. Kop surat perusahaan harus tampil menarik (anggun dan indah) yang dapat memberikan nilai tambah dan tata bahasa yang digunakan baik dalam korespondensi maupun promosi/iklan dapat menjadi cermin dan eksistensi perusahaan.

* Sesering mungkin melakukan diskusi baik dengan konsultan ataupun pelaku-pelaku bisnis yang telah memulai ekspornya terlebih dahulu guna menggali pengalamannya baik suka maupun dukanya sebagai pelajaran bagi perusahaan yang akan memulai ekspornya. Atau dapat pula mendapatkan pengalaman dan wawasan tambahan dari media masa ataupun internet.

Bila kita memiliki pesanan pertama (first order/trial order) ini adalah ujian awal bagi eksportir yang akan dinilai oleh importir tentang bonafiditas perusahaan eksportir, apakah eksportir dapat menjaga komitmen yang telah disepakati khususnya tentang kualitas dan ketepatan waktu. Tetapi bila eksportir dapat melalui tahapan ini maka kepercayaan akan tumbuh dari importir dan ini merupakan langkah awal dalam meraih keberhasilan dalam bisnis ekspor.

Untuk dapat melalui itu semua tentunya kita harus mengetahui tentang prosedur-prosedur ekspor sebelumnya. Adapun prosedur atau tahapan-tahapan ekspor dengan menggunakan sistem pembayaran berupa Letter of Credit (L/C) at sight adalah sebagai berikut:

1. Eksportir melakukan penawaran (offersheet) melaui korespondensi kepada pembeli/importer..
2. Eksportir mengirimkan sales contract (kontrak penjualan) kepada pembeli terkadang disertakan dengan proforma invoice (PI), ini adalah salah satu dokumen penting dikarenakan berdasarkan perjanjian dalam sales kontrak/proforma invoice ini maka keduabelah pihak telah terikat. Dalam sales kontrak/proforma invoice ini umumnya tercantum jumlah barang, mutu, spesifikasi, harga, kondisi penjualan dll dan juga sales kontrak/proforma invoice ini juga dijadikan acuan oleh importir dalam mengajukan pembukaan L/C kepada banknya serta hal ini juga dimaksudkan oleh importir agar instansi terkait di negara importir memberikan izin impor atau izin devisa.
3. Importir meminta bank di negaranya untuk membuka Letter of Credit L/C (opening bank/issuing bank) kepada eksportir.
4. Issuing bank/opening bank membuka L/C tersebut kepada advising bank di negara eksportir.
5. L/C di teruskan/diadviskan oleh advising bank di dalam negeri kepada eksportir.
6. Eksportir menyiapkan barang dan mengirimkannya sesuai dengan yang disyaratkan dalam L/C tersebut.
7. Eksportir mendapatkan Bill of Lading (B/L) dari maskapai pelayaran dan melengkapi dokumen-dokumen ekspor lainnya yang disyaratkan dalam L/C tersebut yang digunakan oleh eksportir untuk melakukan negosiasi dengan negotiating bank di dalam negeri. Setelah semua dokumen diperiksa oleh negotiating bank dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam L/C maka eksportir sudah dapat menerima pembayaran hasil ekspor dari negotiating bank.

skema ekspor sederhana

Bila kita perhatikan prosedur ekspor ini sangatlah sederhana dan tidak sulit seperti yang kita bayangkan, jadi tidak ada salahnya kita mencoba melakukan bisnis ekspor tetapi dengan persiapan yang matang terlebih dahulu tentunya.

Sekarang kita dapat membahas sedikit pengertian tentang Letter of Credit (L/C) secara sederhana.

L/C adalah instrumen alat pembayaran dalam transaksi ekspor-impor yang lazim dipakai untuk melindungi eksportir (penjual) dan importir (pembeli) dari resiko tidak dipatuhinya kewajiban-kewajiban yang dipersyaratkannya oleh kedua belah pihak.

Sedangkan tujuan dari L/C itu sendiri agar pihak eksportir merasa hasil ekspornya akan dibayarkan (adanya jamianan suatu pembayaran) asalkan persyaratan-persyratan L/C tersebut dapat terpenuhi dan juga sekaligus memberikan rasa aman bagi pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi yang diadakan karena L/C juga merupakan suatu perjanjian bank-bank dalam menyelesaikan transaksi komersial internasional.

L/C dalam perdagangan ekspor umumnya adalah Irrevocable L/C artinya dalam L/C ini bank pembuka menyatakan janji untuk tidak dapat ditarik kembali dalam pembayaran hasil ekspor atau mengaksep wesel yang diajukan dengan dokumen-dokumen yang disyaratkan dalam L/C dan L/C ini hanya dapat dibatalkan dengan persetujuan pihak-pihak yang berkepentingan.

Selain itu terkadang kita sering mendapatkan penawaran dari importir untuk menerima L/C yang sifatnya transferable. Maksud dari L/C ini bahwa L/C tersebut dapat dipindahkan dari beneficiary asal/pertama kepada satu atau beberapa beneficiary lainnya. Jenis L/C ini hanya dapat ditransfer sekali yang berarti bahwa beneficiary kedua tidak diperbolehkan memindahkan ke beneficiary ketiga kecuali ada instruksi/pernyataan lain yang jelas tercantum dalam L/C tersebut. Pemindahan jenis L/C ini haruslah dilakukan sesuai dengan L/C yang asli terkecuali sebagai berikut:

* Nama dan alamat beneficiary pertama dapat menggantikan nama aplicant dari L/C (importir) tersebut.
* Nilai L/C yang dipindahkan dapat dikurangi sesuai dengan margin keuntungan yang diinginkan beneficiary pertama.
* Masa berlaku L/C dapat diperpendek.




bersambung ke part II
sumber : kaskus